• karya1

    karya1

  • maxresdefault

    maxresdefault

Sejarah Pura Gunung Jimbar

Ditulis oleh 

Pura Gunung Jimbar tidak dapat di pisahkan dari perjalanan Ida I Dewa Anom Kuning/Ida Idewa Manggis Kuning yang datang dari daerah Badung untuk menyelamatkan diri dari Kerajaan prajurit I Gusti Tegeh Kori yang penguasa sekaligus Raja Badung. Dalam perjalanannya itu,akhirnya sampailah di suatu hutan yang banyak di tumbuhi oleh phon bengkel,sehingga hutan itu di sebut hutan(alas) Bengkel. Kedatangan Putra Dalem Segening ini di sambut dan di trima dengan senang hati oleh Ki Dukuh Patalesan yang sebagai penghuni alas Bengkel tersebut. Kedatangan Ida I Dewa Anom Kuning di Hutan Bengkel ini kurang lebih tahun 1600 masehi,kedatangannya di alas bengkel tidak henti-hentinya ia memohon kepada Ida Shang Hyang Widhi untuk keselamatan dengan cara beryoga semadhi.

Pada suatu hari Ida I Dewa Anom Kuning merabas hutan sebelah selatan dari lokasi pemukimannya. Di temukan ada Pura (tempat suci) dan dari saat itu Beliau selalu memuja untuk memohon anugrah keselamatan dan tidak lupa sehari-hari membersihkan dan memelihara Pura (tempat suci) tersebut. Berkat ketulusan hati Beliau merawat tempat suci tersebut, dan pada suatu hari ketika Ista Dewata (Dewi Gangga/Dewi Giri Putri) yang bersemayam di sana berkenan memberikan ia anugrah berupa besi tombak yang berada dalam kayu api,yang di pungut oleh istrinya Ni gusti Ayu Pahang sewaktu ia berendan di sungai (tukad) Panti. Kemudian senjata tombak tersebut di kenal dengan sebutan Ki Baru Alis.


Lama kelamaan Hutan Bengkel ini,dari hari ke hari tiada terbilang jumlah pengembala (pengalu) yang ikut menetap di tempat ini,sehingga lama ke lamaan tempat ini menjadi pusat pemukiman yang di sebut Desa bengken dan sekarang yang bernama Desa Beng. Dan Pura tersebut setelah di perbaiki dengan asta kosala kosali di kenal sekarang dengan sebutan Pura Gunung jimbar, yang artinya:

Pura adalah sebagai tempat suci untuk memuja Ista Dewata Dewi Gangga/Dewi Giri Putri.

Gunung adalah tinggi sedangkan Jimbar adalah Luas.

Karena dari anughrah Ista Dewata yang bersemayam di Pura ini,maka Beliau Ida I Dewa Anom Kuning mendapatkan kekuasaan untuk mejadi penguasa tertinggi(menjadi Raja) dan kewibawaan tersoror smpai ke Desa-desa (Daerah) lainnya,sehingga sampai sekarang keturunan Ida I Dewa Anom Kuning memegang di Kabupaten Gianyar (Puri Gianyar).

Jumlah pemaksan atau Pengempon Pura Gunung Jimbar.
Jumlah pemaksan atau Pengempon Pura Gunung Jimbar adalah sebanyak 264 KK (Kepala Keluarga) dengan jumlah Keluarga sebanyak 1.264 Orang. Yang di sebut pemaksan adalah Pengempon yang tercatat dalam daftar buku induk,yang mempunyai kewajiban atau tanggung jawab tetap terhadap kelangsungan pemeliharaan Pura,baik fisik dan non fisik termasuk pelaksanaan berbagai upacara sesuai dengan tradisi,selain pemaksan ada juga di sebut penyinyi yang tidak mempunyai kewajiban dan tanggung jawab mutlak terhadab bangunan fisik maupun no fisik tetapi ikut melalukan bakhti setiap Upacara piodalan dengan tulus ikhlas sebagai rasa bakhti terhadap Tuhan yang bersemayam di sana (Sesuhunan sane melingga melinggih ring Pura Gunung Jimbar.) Jumlah penyinyi di Desa Pekraman Beng sampai saat ini kurang lebih 350 KK (Kepala Keluarga) dan yang berada di luar Desa Beng ada kurang lebih 108 KK (Kepala Keluarga).

Prakta.
Sang Hyang Widhi adalah Tuhan yang maha Esa sebagai pencipta alam semesta dengan segala isinya termasuk pula umat Manusia. Kitab ini dapat di jumpai dalam kitab Weda yaitu: "Purusha ewedam sarwam yad buthan yasca bhawyam utamrtatwas yecam yudam’ nena’ ti rohati". Rg Weda x.89.2 (Shang Hyang Widhi adalah penguasa alam semesta) baik yang sudah ada maupun yang akan ada. Sang Hyang Widhi adalah yang kekal abadi,hidup tampa makanan. Melihat isi kitab Weda tersebut sudah sewajarnya kita melaksanakan yadnya sebagai timbal balik sebagai Trimakasih Manusia kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Yang kita yakini sebagai pecipta alam semesta ini atas dasar yadnya,yang dalam bahasa Sangskerta berasal dari kata "Yaj",yang artinya berkorban. Jadi yadnya di artikan pengorbanan yang tulis dan kehikhlasan hati,maka berdasarkan pemahaman tersebut,diatas dan kita yakini menurut sejarah keberadaan Pura Gunung Jimbar Desa Pekraman Beng,Gianyar adalah Pura Tertua di Desa Beng yang merupakan Lingga histana Sang Hyang Ista Dewata yang patut kita Agungkan dan Sucikan. Pelaksanaan upacara memungkah sudah di laksanakan pada tahun 1975,padahal pelaksanaan yang sama harus di lakukan setiap 30 tahun sekali,dan sudah di laksanakan pada tahun 2015 yang lalu. Sebagai penerus merasa wajib dan bertanggung jawab dan terpanggil untuk melaksanakan upacara yang sama sebagai wujud bakhti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sesuhunan) untuk menjaga keseimbangan alam.

Baca 462 kali
Selengkapnya di dalam kategori ini: « Lomba Desa Pusat Industri Baju Barong »
Masuk untuk memberikan komentar

Main Menu

User Menu

Site Login