• karya1

    karya1

  • maxresdefault

    maxresdefault

Profile Masyarakat

Ditulis oleh 

Sub sektor industri kecil dan kerajinan menjadi andalan di Kelurahan Beng karena sektor ini menjadi tumpuan masyarakat Beng dalam mencari nafkah kehidupan. Produk-produk industri kecil dan kerajinan ini pada umumnya berupa Garmen, seperti : Kain endek tenun, baju barong, bed cover, kain painting, seprei, sarung bantal, korden, kain pakaian, serta celana kembang, Baju kaos, Kebaya dan lain-lain. Sektor industri ini banyak berkembang dan sampai membawa nama cukup terkenal di tingkat nasional seperti Cap. Galuh, Togog, Putri Bali, Cap Cili dan yang lainnya. Usaha ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan khususnya Wisatawan Nusantara yang datang ke Bali singgah disini. Dengan adanya industri garmen yang berkembang di Kelurahan Beng sangat membawa dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat sebagai sumber pendapatan mereka karena sektor ini dapat menampung tenaga kerja yang sangat besar tidak hanya golongan tua dan bahkan kalangan pemuda dan remaja pun dapat bekerja sambil sekolah atau kuliah sehingga dapat membantu meringankan beban orang tua mereka.

Untuk industri Baju Barong Kelurahan Beng merupakan pencipta atau perintis pembuatan Baju Barong di Bali. Ini terbukti dengan diraihnya penghargaan dari Pemerintah pusat oleh salah satu putera pengusaha dari Kelurahan Beng yang bernama "Pande Ketut Krisna" (Cap Galuh) sebagai seorang pencipta atau perintis Baju Barong di Bali.

Karena masyarakat Kelurahan Beng banyak yang mencari penghidupan di sektor industri garmen maka Pemerintah Kelurahan Beng sangat peduli sehingga melalui kerjasama dengan Pihak Swasta (Kursus Menjarit Cipta Karya) pada tahun 2013 telah mengadakan pelatihan menjarit kepada masyarakat sehingga masyarakat yang bekerja disektor ini dapat menambah keterampilan untuk selanjutnya meningkatan taraf hidup mereka.
Untuk tahun 2016 Pemerintah Kelurahan Beng melalui Program Nasional PNPM-Mandiri Pedesaan telah mengajukan usulan pelatihan keterampilan membuat jajan bali dan kue khusus bagi para perempuan seperti membuat Jajan Mangkok, Bolu, Bugis dll. yang dibutuhkan saat Hari Raya.
Begitu pula untuk Tahun 2016 Pemerintah Kelurahan Beng bekerjasama dengan pihak swasta (Kursus Menjarit Cipta Karya) kembali akan mengadakan kegiatan pelatihan menjarit bagi masyarakat untuk menambah keterampilan mereka yang bekerja atau mengandalkan pendapatan dari industri garmen ini.

Selain industri garmen banyak pula terdapat industri rumah tangga di Kelurahan Beng seperti Pembuatan jajan emping, Produksi Kopi Bubuk, Kerajinan Sandal, Pembuatan kacang-kacangan/kripik, usaha kuliner, usaha kerajinan kayu dan lain-lain.
Usaha pembuatan jajan emping yang dilakukan warga Kelurahan Beng sangatlah unik, jika pembuatan emping dibuat di luar wilayah Kelurahan Beng tidak dapat menghasilkan produksi yang sempurna (tidak mengembang dengan baik). Keanehan ini tidak dapat diketahui penyebabnya sampai saat ini. Jajan emping ini biasanya dibutuhkan pada saat hari raya umat Hindu khususnya Galungan, Kuningan dll serta ada juga dipesan oleh warga dari luar daerah. Pemasaran Jajan emping biasanya dijual di pasar-pasar tradisional seperti pasar Gianyar, Klungkung, Kumbasari dll dan bahkan sekarang sudah mulai merambah ke toko-toko atau mini market yang ada. Warga masyarakat yang mengandalkan industri ini mereka menggabungkan dirinya dengan membentuk sejenis koperasi simpan pinjam antar warga pembuat jajan emping. sehingga dari mereka tidak ada rasa persaingan dalam berusaha dan mengedepankan kebersamaan. Melalui usaha ini banyak warga masyarakat yang merasakan keuntungannya disamping sebagai sumber pendapatan bahkan dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Usaha produksi kopi bubuk juga berkembang di Kelurahan Beng yang telah dipasarkan dengan merk Kopi Bubuk “ Lumbung Mas”. Industri kopi ini juga menampung tenaga kerja yang ada di Kelurahan Beng.
Usaha sandal juga merupakan usaha yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Beng, usaha sandal dengan merk “Paduka” ini sering mengikuti pameran dalam Pesta Kesenian Bali.
Disamping itu masyarakat Kelurahan Beng juga memanfaatkan peluang yang ada khususnya dalam hal pembuatan banten mengingat di Bali khususnya umat Hindu sering melaksanakan kegiatan upacara keagamaan (Panca Yadnya). Sehingga banyak masyarakat Kelurahan Beng yang memanfaatkan peluang ini yaitu dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang menerima pesanan untuk membuat banten dan sarana banten (alat-alat banten). Hal ini ditunjukkan dengan dibangunnya Usaha Mini Market/Grosir dengan nama “Yadnya Grosir” yang menampung dan memasarkan sarana upakara serta pesanan banten dari tingkat kecil sampai ke tingkat yang besar.
Keberadaan Usaha Mini Market “ Yadnya Grosir”  sangat dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat, karena dengan adanya usaha ini semua hasil karya warga masyarakat di bidang sarana upakara dapat ditampung disini. Hal ini jelas menambah kreatifitas dan semangat kerja dari warga masyarakat yang mempunyai keahlian di bidang sarana upakara, disamping juga dapat menambah pendapatan mereka secara otomatis berpengaruh pada tingkat kesejahteraannya.

Karena sektor ini dapat menunjang pendapatan masyarakat serta menyerap tenaga kerja. maka Pemerintah Kelurahan Beng sangat peduli dalam hal ini, sehingga Pemerintah Kelurahan Beng melalui Program PNPM Mandiri Pedesaan pada tahun 2013 telah mengadakan kegiatan pelatihan membuat banten terutama warga masyarakat kurang mampu dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan warga masyarakat dalam hal membuat banten.
Selain membuat usaha banten, masyarakat Kelurahan Beng ada juga yang membuka usaha membuat pelengkap sarana atau eteh-eteh (daging) banten upacara seperti Babi Guling, Lawar, Kawisan Bebek/Celeng, Sarad, Gebogan dan sarana upakara lainnya.
Mengingat masyarakat Bali sarat dengan upacara keagamaan sehingga pesanan untuk membuat banten dan eteh-eteh (daging) banten tidak pernah sepi ada saja yang memesan bahkan sampai luar daerah. Biasanya pesanan banyak pada saat ngaben massal atau upacara karya di Pura-pura.
Dibidang seni budaya, Kelurahan Beng juga mempunyai seniman tari seperti I Dewa Putu Banjar, disamping itu di Kelurahan Beng berdiri Sanggar-Sanggar seperti Sarggar Seni Tabuh dan Tari serta Sekaa Wayang dan Topeng. Adapun jenis kesenian yang melegenda di Kelurahan Beng adalah Gamelan Geredag. Kearifan lokal ini dilaksanakan apabila di wilayah Kelurahan Beng mengalami kebrebehan (mara bahaya).
Sebagai penunjang  sendi-sendi perekonomian, dan berfungsi memperkuat fundamen ekonomi masyarakat, di Kelurahan Beng telah ada 1 LPD, 6 Koperasi Serba Usaha, 1 Koperasi Seniman Tenun, 6 Koperasi Banjar, 3 Koperasi Wanita, yang semuanya telah berbadan hukum selain itu ada 7 sejenis koperasi simpan pinjam yang bersifat non formal dibentuk berdasarkan Kelompok, Profesi, Sekaa dan  soroh/keluarga seperti : Pedagang emping, Olah raga PD, Sekaa gong, Soroh atau rumpun keluarga dan lain-lain.

 

 

Baca 3728 kali
Selengkapnya di dalam kategori ini: « Sejarah Desa Struktur Organisasi »
Masuk untuk memberikan komentar

Main Menu

User Menu

Site Login