• karya1

    karya1

  • maxresdefault

    maxresdefault

Data Pendidikan

Ditulis oleh 

Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional memberikan dasar hukum yang kuat untuk membangun pendidikan nasional dengan menerapkan prinsip demokrasi, desentralisai, otonomi, keadilan dan menjungjung tinggi hak asasi manusia.

Pada dasarnya pendidikan dalam konteks pembangunan nasional mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Pemersatu bangsa
  2. Penyamaaan kesempatan
  3. Pengembangan potensi diri

Pendidikan dapat memperkuat keutuhan bangsa dalam rangka Negara Republik Indonesia, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensi diri secara maksimal.

Guna meningkatkan pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia khususnya di Kelurahan Beng tentu diperlukan mutu pendidikan yang memadai, baik dengan meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pendidikan juga perlu dikembangkan lembaga pendidikan seperti kursus-kursus disamping lembaga pendidikan non formal lainnya.

Dari data tingkat perkembangan pendidikan yang kami peroleh menunjukkan bahwa pada tahun 2016  terdapat 15 orang atau 0,36 % buta huruf dari  jumlah penduduk. Ada penurunan sebesar 76,92 % atau sebanyak 50 orang. Dari angka 50 orang tersebut terdiri dari 35 orang telah mengikuti kegiatan belajar Paket A. dan sisanya 15 orang dengan alasan bervariasi yaitu ada yang telah meninggal dunia dan ada yang  telah pindah tempat tinggal.  Dari jumlah penduduk yang buta huruf tersebut sebagian besar berumur diatas 56 tahun atau lansia hal ini dikarenakan sebelum tahun 1960-an penduduk desa memang jarang yang tersentuh pendidikan karena minimnya fasilitas pendidikan. Turunnya jumlah buta huruf juga diakibatkan oleh adanya  kesadaran serta keinginannya yang kuat untuk bisa membaca dan menulis sehingga mereka berusaha belajar secara otodidak (sendiri) dengan meminta bantuan sanak keluarganya walaupun tidak bisa secara maksimal. Rendahnya angka buta huruf juga berkaitan dengan metode pengumpulan data yaitu Bagi penduduk yang sudah bisa membaca walaupun tidak tamat SD dan pernah mengikuti Program Kelompok Belajar (Kejar) Paket A, B dan C tidak dimasukkan kedalam kelompok buta huruf, termasuk dulunya pernah mengikuti Program pemberantasan Buta Huruf. Untuk diketahui pada tahun 1990 dan tahun 1994 Pemerintah Kelurahan Beng juga telah menyelenggarakan Kegiatan Kelompok Belajar Paket A,B dan C bagi penduduk yang belum pernah sekolah. 

            Prasaranapendidikan yang ada di Kelurahan Beng terbatas pada prasarana Sekolah Dasar (SD)  sebanyak 3 buah dan 1 buah Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK Putra Mutiara) yang dikelola oleh  Yayasan Putra Mutiara PKK Kelurahan Beng dan 1 buah sekolah tinggi Pariwisata, Perhotelan, dan kapal Pesiar dengan lulusan setara Diploma 3. Minimnya sekolah lanjutan ini dikarenakan wilayah Kelurahan Beng dekat dengan daerah perkotaan yang telah menyediakan banyak sekolah lanjutan. Begitu pula Pendidikan Agama tidak ada di Kelurahan Beng. Pendidikan non formal (kursus-kursus) di Kelurahan Beng terdapat 8 buah pada tahun 2016. Adapun kursus-kursus yang ada di Kelurahan Beng seperti Kursus Menjarit, Bahasa Inggris, Matematika dan Kursus Membuat Mebanten, Pasraman Budi Pekerti dan Yayasan/Sanggar Manggis Lestari.

Dengan tersedianya pendidikan non formal seperti kursus-kursus dan sejenisnya merupakan sarana pendidikan yang sangat bermanfaat bagi warga masyarakat. Hal ini sebagai sarana untuk lebih mendalami suatu keahlian yang diminati disamping menambah wawasan serta keterampilan. Seperti diketahui Kelurahan Beng dapat dikatakan relatif cukup dekat dengan daerah pariwisata ubud yang sangat banyak menyediakan lapangan pekerjaan di sektor pariwisata seperti Hotel/Penginapan, Guide/Pemandu Wisata, Restoran dll. Sehingga keahlian yang dibutuhkan dapat dipenuhi melalui mengikuti kursus Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi internasional. Begitu pula kursus membuat banten juga diminati oleh masyarakat Kelurahan Beng khususnya para ibu-ibu.

Disamping adanya tempat-tempat  kursus di Kelurahan Beng juga terdapat Yayasan  yang bergerak dibidang Sosial dan Keagamaan bernama Yayasan “ Manggis Lestari”. Dalam menjalankan misinya yayasan ini didanai secara swadaya oleh  warga masyarakat Kelurahan Beng. Yayasan ini mempunyai  maksud  dan tujuan Sosial dan Keagamaan.  Adapun  dibidang Sosial yaitu Pembinaan Bahasa Bali, Mekidung, Majejahitan  kelengkapan sesajen upacara, pestas seni, sarasehan seni dan budaya dan mengadakan aksi sosial ke masyarakat dalam bidang Pendidikan, Kesehatan Lingkungan dan Keagamaan. Dibidang Keagamaan yaitu Pembinaan Budi Pekerti, Mekidung, Perlengkapan upacara agama,  Pemahaman Keagamaan, Study banding  keagamaan,dan Menyelenggarakan Pesantian. Kegiatan yayasan Manggis Lestari  ini banyak diminati oleh  warga masyarakat Kelurahan Beng dan sekitarnya terutama ana-anak Sekolah Dasar.

Kesadaran masyarakat Kelurahan Beng cukup tinggi perannya dalam mensukseskan  program  pemerintah dalam bidang  pendidikan hal ini dapat dibuktikan bahwa semua sarana prasarana pendidikan yang ada di Kelurahan Beng seperti 3 (tiga) sekolah Dasar (SD) masih layak dan nyaman digunakan dalam hal proses  belajar mengajar. Salah satu peran masyarakat dalam hal pendidikan  terutama pendidikan SD dimana setiap tahun para Guru dan orang tua murid mengadakan rapat (Komite Sekolah) untuk membahas kondisi atau keadaan sekolah. Apabila keadaan sekolah memerlukan perbaikan sehingga tidak bisa menutupi biaya yang diperlukan  maka para orang tua murid dengan sukarela mengadakan urunan atau menyumbang sesuai dengan kemampuannya masing-masing sehingga sangat membantu pihak sekolah dalam setiap melaksanakan kegiatan.

Disamping itu dalam rangka meningkatkan kwalitas pendidikan di Kelurahan Beng maka  Pihak Kelurahan  melalui Surat Keputusan Lurag  Beng No : 09 Tahun 2014 telah membentuk  Forum Peduli Pendidikan  yang bertugas memantau dan mendata warga masyarakat usia sekolah serta memantau keadaan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Kelurahan Beng untuk selanjutnya disampaikan kepada pihak Kelurahan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kelurahan Beng.

Begitupula untuk Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) yang ada di Kelurahan Beng yang dikelola oleh pihak Yayasan Putra Mutiara dengan pengurus yang dibentuk oleh Pemerintah Kelurahan. Dalam perjalanannya sekolah Taman Kanak-Kanak “Putra Mutiara” Kelurahan Beng tidak pernah sepi dari anak-anak yang mendaftar mengikuti pendidikan dan permainan yang ada di TK Putra Mutiara. Rata-rata anak – anak yang mendaftar di TK Putra Mutiara tiap tahunnya berjumlah 40 sampai 50 orang. Anak-anak yang mendaftar tersebut tidak saja berasal dari Kelurahan Beng bahkan ada yang datang dari luar wilayah Kelurahan Beng. Banyaknya minat masyarakat mendaftarkan anak-anaknya di TK Putra Mutiara Kelurahan Beng karena biaya yang dikenakan oleh pihak TK Putra Mutiara kepada sangat terjangkau. Sebagai TK yang didirikan oleh Pemerintah Kelurahan melalui Yayasan tidak semata-mata mencari keuntungan semata akan tetapi mempunyai misi sosial untuk membantu masyarakat yang ada Kelurahan Beng.

Untuk meningkatkan kwalitas pendidikan masyarakat di Kelurahan Beng maka Pemerintah Kelurahan Beng selalu berusaha untuk mencari jalan keluar sehingga dapat membantu masyarakat dalam bidang pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan dalam meningkatkan pendidikan di Kelurahan Beng  adalah  dengan  memberikan beasiswa berupa  pemberian buku tulis serta alat tulis serta pemberian pakaian sekolah anak-anak  murid  Sekolah Dasar (SD) dan SMP yang sasarannya adalah warga dari Rumah Tangga Miskin (RTM). Langkah  tersebut direalisasikan melalui Program Sarana Desa Swatantra (PSDS) Tahun 2017. kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat Kelurahan Beng sebagai upaya untuk membantu masyarakat dalam bidang pendidikan.