• karya1

    karya1

  • maxresdefault

    maxresdefault

Data Ekonomi

Ditulis oleh 

Kelurahan Beng selain dikenal sebagai Kelurahan Budaya dan Kelurahan Wisata juga berkembang dengan pesatnya industri kecil tingkat rumah tangga. Industri kecil teresbut diantaranya adalah : kerajinan perak, patung kayu, ukir-ukiran relief dan ukiran rumah khas Bali, garmen, usaha lukisan, dan juga usaha lukisan telor (Egg Painting), selain itu usaha meubel. Selain industri kecil tersebut ada juga usaha kecil untuk pangan yaitu: jajan bali basah, kering, keripik dan camilan

Pembahasan tentang aspek ekonomi masyarakat dititik beratkan pada indikator perekonomian seperti pengangguran, pendapatan masyarakat, kelembagaaan ekonomi dan tingkat kesejahteraan rakyat.

1. Pengangguran

Jumlah pengangguran usia produktif/usia kerja 15 - 56 tahun menjadi pengangguran nihil pada tahun 2015 dan 2016 Dan usia wanita produktif usia 15-56 tahun yang menjadi ibu rumah tangga pada tahun 2015 berjumlah 1.534 orang dan pada tahun 2016 berjumlah 1.515 orang. Wanita yang menjadi ibu rumah tangga tentunya tidak murni, banyak diantaranya sebagai pekerja produktif di berbagai kehidupan, baik formal maupun non formal. Sektor informal biasanya memiliki usaha sampingan sebagai pedagang maupun sebagai buruh musiman menyediakan jasa tenaga kerja yang sifatnya sementara atau sampingan dan tentu untuk menambah pendapatan keluarga.

Sedangkan penduduk diatas usia 15 tahun yang menyandang kecacatan sehingga tidak produktif berjumlah 8 orang atau 0,1% dari jumlah penduduk usia produktif.

2. Lembaga Perkreditan

  • Lembaga Perkredita Kelurahan (LPD) yang ada di Kelurahan Beng berjumlah  1 buah dikelola oleh Desa Pekraman Beng, yang mempunyai pungsi membantu perekonomian masyarakat di Kelurahan Beng.
  • Lembaga koperasi di Kelurahan Beng berjumah 17 unit usaha yang terdiri dari 6 Koperasi Serba Usaha (KSU),  1 Koperasi Seniman, 6 koperasi simpan pinjam dimasing-masing Banjar, ditambah 1 unit LPD yang ada di Desa Pakraman Beng dan Koperasi Wanita sebanyak 3 buah. Disamping itu ada sebanyak 7 kelompok simpan pinjam lagi yang ada di Kelurahan Beng yang bersifat non formal seperti Kelompok Dagang emping, Sekaa Gong, dan soroh lainnya. Sehingga kalau digabungkan ada sebanyak 24 lembaga Koperasi dan sejenisnya yang ada di Kelurahan Beng. Hal ini membuktikan masyarakat Kelurahan Beng sangat mengutamakan kekeluargaan.

 

Dengan adanya lembaga kopersai atau sejenisnya sangat membantu masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian

  1. Lembaga ekonomi  lainnya adalah adanya beberapa Toko atau Kios yang jenis usahanya dibidang perdagangan kelontong dan yang menjual produk-produk garmen untuk konsumsi tamu baik Wisatawan Nusantara ataupun Wasatawan Manca Negara. Termasuk juga ada beberapa warung makan yang kesemuanya menunjang perekonomian masyarakat.
  2. Dalam kegiatan usaha industri garmen di Kelurahan Beng sangat banyak berkembang  usaha industri seperti: Kain  tenun, Kain  kembang, painting, baju barong, produk kerajinan sandal dll. Dalam pemasarannya disamping di jual di Kelurahan Beng ataupun didatangi oleh para pembeli ada juga yang langsung membawa hasil  industrinya ke Pasar Seni baik di Guwang maupun pasar Seni Sukawati juga memasarkan ke daerah-daerah pariwisata seperti ke daerah Ubud, Tegalalang dan Tampak Siring. Adapun produksi yang paling terkenal sampai saat ini yang merupakan karya cipta dari Kelurahan Beng adalah Baju Barong.
Baca 424 kali
Selengkapnya di dalam kategori ini: « Data Wilayah Administratif Data Kesahatan »
Masuk untuk memberikan komentar

Site Login