• karya1

    karya1

  • maxresdefault

    maxresdefault

  • Air Terjun Kanto Lampo
    Air Terjun Kanto Lampo

    Air Terjun Kanto Lampo memiliki pesona alami dikagumi banyak pengunjung. Keberadaanya dekat pemukiman penduduk menjadikan air terjun ini terkesan beda. Jika kebanyakan air terjun berada di kawasan perbukitan, hutan maupun pegunungan di dataran tinggi, Air Terjun Kanto Lampo justru berada di wilayah dataran rendah di Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Kondisi geografis Air Terjun Kanto Lampo bersuhu panas seperti suhu di kota Denpasar, ketika siang. Panas akibat sengatan matahari cukup terasa di kulit. Kesejukan baru bisa didapat saat kaki sudah menjejakan ke dasar sungai. Karena di sekitar sungai beberapa pohon besar tumbuh, di sekeliling juga ada perkebunan warga. Panorama alam yang disekelilingnya masih tertata alami menawarkan kesunyian dari hiruk pikuk kehidupan pedesaan disini. Keberadaan air terjun di sisi barat sungai ini menyumbang kesegaran. Air yang deras mengalir jatuh ke bawah seraya bersuara membawa dampak yang baik untuk kesegaran tubuh dan ketenangan pikiran. Banyak pengunjung tergugah untuk merasakan kesegaran air yang jatuh dari ketinggian 15 meter ini.

    Jadilah yang pertama! Baca 282 kali Baca selengkapnya...
  • Pusat Industri Baju Barong
    Pusat Industri Baju Barong

    Desa Beng ,terletak  di Kelurahan Beng  Kabupaten Gianyar, tepatnya di Jalan Gunung Agung sekitar 2 km arah utara dari Lapangan Astina Gianyar Bali atau kira kira 30 km dari Denpasar. merupakan pusat  pembuatan Baju Barong Bali yang sudah sangat terkenal bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Di desa Beng  ini wisatawan dapat melihat langsung semua  proses pembuatan Baju Barong Bali yang terkenal itu , mulai dari memotong kain, mewarnai sampai membuat gambar.Dimana Teknik pembuatan Baju Barong ini masih sangat sederhana dan  menggunakan cara tradisionil.

    Pembuatan Baju Barong ini dilakukan secara tradisionil dan dilakukan turun temurun oleh penduduk Desa Beng, pada awalnya hanya beberapa penduduk saja yang mengerjakan, di karenakan permintaan pasar yang kian meningkat akhirnya banyak penduduk desa ini beralih profesi sebagai pembuat Baju Barong .

    Jadilah yang pertama! Baca 437 kali Baca selengkapnya...
  • Sejarah Pura Gunung Jimbar
    Sejarah Pura Gunung Jimbar

    Pura Gunung Jimbar tidak dapat di pisahkan dari perjalanan Ida I Dewa Anom Kuning/Ida Idewa Manggis Kuning yang datang dari daerah Badung untuk menyelamatkan diri dari Kerajaan prajurit I Gusti Tegeh Kori yang penguasa sekaligus Raja Badung. Dalam perjalanannya itu,akhirnya sampailah di suatu hutan yang banyak di tumbuhi oleh phon bengkel,sehingga hutan itu di sebut hutan(alas) Bengkel. Kedatangan Putra Dalem Segening ini di sambut dan di trima dengan senang hati oleh Ki Dukuh Patalesan yang sebagai penghuni alas Bengkel tersebut. Kedatangan Ida I Dewa Anom Kuning di Hutan Bengkel ini kurang lebih tahun 1600 masehi,kedatangannya di alas bengkel tidak henti-hentinya ia memohon kepada Ida Shang Hyang Widhi untuk keselamatan dengan cara beryoga semadhi.

    Pada suatu hari Ida I Dewa Anom Kuning merabas hutan sebelah selatan dari lokasi pemukimannya. Di temukan ada Pura (tempat suci) dan dari saat itu Beliau selalu memuja untuk memohon anugrah keselamatan dan tidak lupa sehari-hari membersihkan dan memelihara Pura (tempat suci) tersebut. Berkat ketulusan hati Beliau merawat tempat suci tersebut, dan pada suatu hari ketika Ista Dewata (Dewi Gangga/Dewi Giri Putri) yang bersemayam di sana berkenan memberikan ia anugrah berupa besi tombak yang berada dalam kayu api,yang di pungut oleh istrinya Ni gusti Ayu Pahang sewaktu ia berendan di sungai (tukad) Panti. Kemudian senjata tombak tersebut di kenal dengan sebutan Ki Baru Alis.

    Jadilah yang pertama! Baca 462 kali Baca selengkapnya...
  • Lomba Desa
    Lomba Desa

    Kelurahan Beng hampir identik dengan industri garmen di Gianyar. Sejak dulu daerah ini terkenal dengan industri kain tenun dan baju barongnya. Siapa tidak kenal dengan merk ternama seperti Cap Galuh, Cap Cili, Cap Togog, Cap Puteri Bali, Puspa Sari dan lainnya yang merupakan produk asli masyarakat Beng. Puluhan industri kecil dan kerajinan di Kelurahan Beng menjadi andalan masyarakat sebagai tumpuan mencari nafkah. Industri tersebut bahkan sudah berdiri selama puluhan tahun dan memiliki nama hingga tingkat nasional. Hal tersebut disampaikan Lurah Beng, I Made Arianta, SSTP ketika memaparkan profil Kelurahan Beng pada penilaian perlombaan kelurahan tingkat provinsi Bali dibalai Banjar Kelod Kauh Beng, Gianyar, Rabu (23/5) lalu.

    Jadilah yang pertama! Baca 421 kali Baca selengkapnya...

Site Navigation

Lurah Beng

I Putu Pradana Kamajaya, S.STP, M.Si

 

User Menu

Who's Online

Kami memiliki 3 tamu dan tidak ada anggota online

Site Login